Gaji cekak, berkeluarga pula

15 Desember 2005 at 00:05:11 | In Inilah hidup!, Konsultasi, Pekerjaan & karier | Leave a Comment

Gaji saya naik terus. Bukannya saya nggak bersyukur, tapi kenaikan gaji itu juga diimbangi bahkan dilebihi oleh kebutuhan, terutama setelah menikah dan punya anak. Kenapa ya?
Adlisal, 28, Pejompongan, Jakarta

Nggak kenapa-kenapa, Bung. Emang gaji dari kantor tuh buat bujangan, karena yang bekerja ya cuma karyawan yang bersangkutan, tanpa tambahan bininya/suaminya, apalagi anaknya. Tunjangan keluarga, ah apalah artinya. Ibarat kata, ketika bujang gaji Rp 200 sudah cukup, setelah menikah setidaknya kudu jadi Rp 400 — tapi kantor Anda tetap kasih Rp 200 kan?

Belum Ada Tanggapan »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.