Keponakan datang pas tanggal tua
24 Februari 2007 at 00:35:51 | In Keluarga, Konsultasi | 3 CommentsBesok pagi lima keponakan istri datang dari luar kota bersama ibu mertua. Mereka pasti minta diajak jalan-jalan seperti sepupu yang lain. Padahal kami lagi bokek. Paling-paling uang kas hanya cukup untuk beli bensin. Gimana nih enaknya, Mas?
Hari, 31, Kampung Gondrong, Jakarta
Gampang. Ajak pergi mereka malam hari dengan mobil, lalu masuk ke jalan tol dalam kota, cukup bayar Rp 4.500. Ajaklah mengelilingi kota dua kali, masuk dari Grogol, ke arah Priok, lalu ke Cawang, lalu ke Grogol ulangi lagi, tetap di jalan tol. Cukup berbekal Aqua dan snacks.
Hadiah lipstik
24 Februari 2007 at 00:27:50 | In Asmara & seks, Konsultasi | 2 CommentsSaya punya cowok baru. Eh udah bapak-bapak, ding. Usianya 15 tahun di atas saya, suami orang, punya karier oke. Dia romantis. Dan ehm… he’s a great kisser sampai saya klepek-klepek. Dia sering menghadiahi saya lipstik, mahal-mahal lagi, padahal beberapa stok belum habis. Tapi gaji saya nggak cukup untuk memborong itu semua. Kenapa sih dia?
Meina, 30, Jakarta
Pacar Anda itu ekonomis. Dia nggak mau rugi. Toh sebagian lipstik kembali kepadanya. Dasar pelit. Kikir.
Istri menghabiskan parfum suami
24 Februari 2007 at 00:21:55 | In Asmara & seks, Keluarga, Konsultasi | Leave a CommentSaya jengkel, Mas. Istri saya malas beli parfum sendiri kalau punyanya habis. Dia selalu memakai beberapa fragrance saya, dengan alasan cocok sama baunya, kayak wewangian unisex. Oh ya memang suka scent sebangsa citrus dan kadang spice yang lunak. Masalahnya saya nggak mungkin membalasnya dengan memakai minyak wanginya karena aromanya sangat cewek. Gimana dong?
Harjoko, 33, Jatimekar, Pondokgede
Ada tiga jalan.
Pertama: cara usang, Anda tak perlu pakai fragrance lagi. Cukup deodorant saja.
Kedua: jika Anda terbiasa lebih dini masuk kantor, pakailah wewangian di kantor — tentu minyak wanginya Anda simpan di kantor.
Ketiga: relakan saja, masa sih sama istri malah pelit?
Suami puber kedua
24 Februari 2007 at 00:13:49 | In Asmara & seks, Keluarga, Konsultasi | 8 CommentsSuami saya, 43, tampaknya mulai genit. Kebetulan di kompleks kami banyak warga baru, yaitu wanita-wanita muda lajang yang indekos di rumah tetangga. Saya sering memergoki suami mengamati wanita-wanita itu berangkat kerja lalu berkomentar, “Cantik ya. Sexy, smart gitu loh, Ma…” Saya cemburu banget. Lalu ngambek. Mohon saran.
Hesti, 37, Slipi
Nggak masalah, Jeng. Bayangin kalau suami Anda selalu memperhatikan pemuda ganteng. Pasti lebih menyakitkan, bukan?
Istri minta mobil
24 Februari 2007 at 00:08:03 | In Keluarga, Konsultasi | Leave a CommentSaya sudah lima tahun menikah dengan wanita sebaya. Kami punya satu anak perempuan umur 3 tahun. Belakangan ini istri selalu mendesak saya untuk beli mobil, apa pun caranya. Dia bilang sudah bosan naik angkot, ojek, dan membonceng suami. Kami sering bertengkar karena soal itu. Gaji saya belum cukup untuk beli mobil bobrok sekalipun.
Gunadi, 30, Ciracas
Yakinkan dia, semuanya dimulai dari hal kecil. Belikan dia mobil-mobilan.
Setelah Papa menduda
24 Februari 2007 at 00:02:28 | In Keluarga, Konsultasi | Leave a CommentPapa saya sudah 8 tahun menduda setelah ditinggal wafat Mama. Saya sebentar lagi married, sehingga tidak ada yang menemani dan merawat beliau dalam usianya yang 72. Meskipun malu, tampaknya beliau ingin menikah lagi. Bagaimana?
Rianti, 26, Sleman
Prioritaskan untuk cari perawat profesional. Untuk mama baru Anda, itu bisa menyusul. Jika kedua orang dengan beda fungsi dan posisi itu hadir bersamaan, bisa menimbulkan masalah, dengan akibat terburuk Papa malah tak ada yang menemani maupun mengurusi.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
