Hadiah lipstik
24 Februari 2007 at 00:27:50 | In Asmara & seks, Konsultasi | 2 CommentsSaya punya cowok baru. Eh udah bapak-bapak, ding. Usianya 15 tahun di atas saya, suami orang, punya karier oke. Dia romantis. Dan ehm… he’s a great kisser sampai saya klepek-klepek. Dia sering menghadiahi saya lipstik, mahal-mahal lagi, padahal beberapa stok belum habis. Tapi gaji saya nggak cukup untuk memborong itu semua. Kenapa sih dia?
Meina, 30, Jakarta
Pacar Anda itu ekonomis. Dia nggak mau rugi. Toh sebagian lipstik kembali kepadanya. Dasar pelit. Kikir.
Istri menghabiskan parfum suami
24 Februari 2007 at 00:21:55 | In Asmara & seks, Keluarga, Konsultasi | Leave a CommentSaya jengkel, Mas. Istri saya malas beli parfum sendiri kalau punyanya habis. Dia selalu memakai beberapa fragrance saya, dengan alasan cocok sama baunya, kayak wewangian unisex. Oh ya memang suka scent sebangsa citrus dan kadang spice yang lunak. Masalahnya saya nggak mungkin membalasnya dengan memakai minyak wanginya karena aromanya sangat cewek. Gimana dong?
Harjoko, 33, Jatimekar, Pondokgede
Ada tiga jalan.
Pertama: cara usang, Anda tak perlu pakai fragrance lagi. Cukup deodorant saja.
Kedua: jika Anda terbiasa lebih dini masuk kantor, pakailah wewangian di kantor — tentu minyak wanginya Anda simpan di kantor.
Ketiga: relakan saja, masa sih sama istri malah pelit?
Suami puber kedua
24 Februari 2007 at 00:13:49 | In Asmara & seks, Keluarga, Konsultasi | 8 CommentsSuami saya, 43, tampaknya mulai genit. Kebetulan di kompleks kami banyak warga baru, yaitu wanita-wanita muda lajang yang indekos di rumah tetangga. Saya sering memergoki suami mengamati wanita-wanita itu berangkat kerja lalu berkomentar, “Cantik ya. Sexy, smart gitu loh, Ma…” Saya cemburu banget. Lalu ngambek. Mohon saran.
Hesti, 37, Slipi
Nggak masalah, Jeng. Bayangin kalau suami Anda selalu memperhatikan pemuda ganteng. Pasti lebih menyakitkan, bukan?
Kikuk berada di konter BH & CD
23 Februari 2007 at 23:50:27 | In Asmara & seks, Konsultasi, Pergaulan | 1 CommentSaya selalu nggak nyaman setiap kali menemani pacar belanja di konter underwear atau lingerie shop. Masalahnya pacar saya selalu minta pertimbangan, padahal saya satu-satunya lelaki di antara kerumunan wanita. Gimana enaknya?
Firman, 32, Setiabudi, Jakarta
Tenang, Bro. Supaya Anda merasa nyaman, dan aman, bawalah teman cowok. Makin banyak makin baik. Masalah Anda itu dengan wanita-wanita lain yang lagi belanja, bukan dengan pacar Anda kan?
Memperbesar penis
20 Desember 2005 at 00:17:33 | In Asmara & seks, Konsultasi, Masalah lain | 6 CommentsApakah jasa memperbesar ukuran penis seperti Mak Erot dan sebangsanya itu bisa dipercaya? Lantas apa manfaatnya? Bukannya kalo kegedean bisa bikin cewe kesakitan?
Cindy, 24, Kedoya, Jakarta
Bisa dipercaya atau tidak, saya belum pernah membuktikan, lagi pula tak ingin. Tapi cobalah kita timbang dengan nalar. Yang namanya layanan selalu ada kemungkinan gagal. Adakah pasien mereka yang komplain secara terbuka di koran, seperti pemilik mobil yang dirugikan oleh bengkel? Tak ada keluhan bukan berarti tak ada masalah. Lagi pula, yang namanya layanan upsizing mestinya juga sanggup melakukan downsizing, tapi anehnya itu tak mereka tawarkan. Selain itu, testimoni khasiat perubahan ukuran selalu dinyatakan oleh pasien (pria), bukan pasangannya (wanita maupun gay). Manfaat pembesaran penis, misalkan bisa, memang lebih kepada si empunya (bangga, pede), bukan pihak users (lebih nikmat, lebih memuaskan).
Guyon internal
19 Desember 2005 at 00:01:49 | In Asmara & seks, Inilah hidup!, Keluarga | 1 Comment
Setiap pasangan memiliki cara berkomunikasi sendiri. Begitu pun dalam bercanda mesra. Bahwa humor mereka kadang tak dipahami orang lain, itu masalah orang lain, bukan pasangan itu.
—–
Atas boleh tua, bawah selalu muda
18 Desember 2005 at 00:34:00 | In Asmara & seks, Inilah hidup!, Pergaulan | Leave a CommentKenapa pria tua cenderung suka pamer potensi jika menyangkut guyon soal seks? Misalnya, “Jangan salah. Usia saya emang sudah 50, tapi bawah saya masih kayak 15.”
Nani, 22, Lemahabang, Bekasi
Memang menyedihkan. Pertahanan diri terakhir pria, setelah soal nafkah dan pekerjaan, adalah klaim atas kemampuan seksual. Mereka sadar, soal superioritas ekonomi dan kemampuan profesional akan dengan mudah terpatahkan, tapi soal kemampuan ranjang tak semua wanita berniat (atau sudi) membuktikannya — artinya aman karena menurut lelaki itu tetap menjadi teka-teki (padahal wanitanya cuek, tak ingin tahu lebih lanjut). Menyedihkan.
Katanya sih “sayang”
16 Desember 2005 at 00:16:58 | In Asmara & seks, Keluarga, Konsultasi | Leave a CommentIstri saya makin aneh dan susah dipahami. Belakangan ini sering lancang menangkat HP saya atau langsung membuka SMS yang masuk, dengan alasan “karena sayang ama Papa”. Kali lain dia mengaduk-aduk tas kerja saya, bahkan membuka notebook saya, dengan alasan “sayang Papa”. Ketika saya sedang meeting, dia terus menelepon. Dia tanya sekretaris di kantor apa betul saya ada di suatu tempat. Dia tanyai satu per satu karyawati baru dan magang di kantor saya, untuk mengetahui kedekatan pribadinya dengan saya. Semua itu, kalau saya tanya alasannya, semata-mata karena “sayang ama Papa”. Kapan itu dia membuang kemeja saya ke got demi kasih sayangnya. Sapu tangan, kaos kaki, bahkan terakhir sepatu, juga dia buang ke bak sampah. Saya stres. Tolong.
Wigunajaya, 30, BSD
Setiap kali dia bilang begitu, imbangilah dengan ucapan, “Papa juga sayang Mama.” Gampang kan?
Malu bercinta di tempat terang
14 Desember 2005 at 00:01:19 | In Asmara & seks, Konsultasi | Leave a CommentSaya malu kalau harus bercinta di tempat terang. Bahkan sekadar remang-remang pun tak suka. Saya maunya gelap total. Tapi kekasih saya maunya terang, alasannya supaya semuanya terlihat jelas, termasuk keindahan tubuh kami. Kalau tanpa lampu, dia langsung lunglai, merasa bercinta dengan makhluk asing yang tak kelihatan. Mohon solusi.
Sonia, 30, Polonia, Jakarta
Sebuah kompromi sih. Mau terang benderang atau temaram, yang penting Anda memejamkan mata.
Temen merebut cowok saya
7 Desember 2005 at 11:47:48 | In Asmara & seks, Konsultasi, Pergaulan | Leave a CommentSetiap kali saya punya cowok, temen saya juga ikutan naksir bahkan beberapa kali ada affair dengan cowok saya. Di mana sih masalahnya?
Diana, 32, Bogor
Masalahnya bukan di Anda atau teman Anda tapi ada di cowok-cowok itu: mudah terpikat oleh cewek selain Anda. Semoga Anda mendapatkan cowok tahan goda.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
