Pelecehan seksual

19 Maret 2006 at 01:04:39 | In Inilah hidup!, Konsultasi, Pekerjaan & karier | 2 Comments

Saya pakai notebook bos saya untuk olah data dan transfer. Sudah biasa sih karena saya sekretarisnya. Tapi di notebook baru ini, ya ampuuunn, isinya tanpa sengaja saya temukan berupa klip video porno. Saya merasa dilecehkan. Apa yang harus saya lakukan?
Anastasia, 27, Tebet

[1]. Jangan buka file itu lagi. [2]. Jangan buka lagi dan lagi.
Sebetulnya itu bukan masalah karena dia tidak menunjukkan video itu kepada Anda melainkan Andalah yang tersesat ke folder yang salah. Yang lebih mendasar, video itu ada di komputernya, bukan komputer Anda. Yang mestinya merasa terlecehkan adalah si notebook itu.

Guyon internal

19 Desember 2005 at 00:01:49 | In Asmara & seks, Inilah hidup!, Keluarga | 1 Comment

Setiap pasangan memiliki cara berkomunikasi sendiri. Begitu pun dalam bercanda mesra. Bahwa humor mereka kadang tak dipahami orang lain, itu masalah orang lain, bukan pasangan itu.

original

—–

Atas boleh tua, bawah selalu muda

18 Desember 2005 at 00:34:00 | In Asmara & seks, Inilah hidup!, Pergaulan | Leave a Comment

Kenapa pria tua cenderung suka pamer potensi jika menyangkut guyon soal seks? Misalnya, “Jangan salah. Usia saya emang sudah 50, tapi bawah saya masih kayak 15.”
Nani, 22, Lemahabang, Bekasi

Memang menyedihkan. Pertahanan diri terakhir pria, setelah soal nafkah dan pekerjaan, adalah klaim atas kemampuan seksual. Mereka sadar, soal superioritas ekonomi dan kemampuan profesional akan dengan mudah terpatahkan, tapi soal kemampuan ranjang tak semua wanita berniat (atau sudi) membuktikannya — artinya aman karena menurut lelaki itu tetap menjadi teka-teki (padahal wanitanya cuek, tak ingin tahu lebih lanjut). Menyedihkan.

Gaji cekak, berkeluarga pula

15 Desember 2005 at 00:05:11 | In Inilah hidup!, Konsultasi, Pekerjaan & karier | Leave a Comment

Gaji saya naik terus. Bukannya saya nggak bersyukur, tapi kenaikan gaji itu juga diimbangi bahkan dilebihi oleh kebutuhan, terutama setelah menikah dan punya anak. Kenapa ya?
Adlisal, 28, Pejompongan, Jakarta

Nggak kenapa-kenapa, Bung. Emang gaji dari kantor tuh buat bujangan, karena yang bekerja ya cuma karyawan yang bersangkutan, tanpa tambahan bininya/suaminya, apalagi anaknya. Tunjangan keluarga, ah apalah artinya. Ibarat kata, ketika bujang gaji Rp 200 sudah cukup, setelah menikah setidaknya kudu jadi Rp 400 — tapi kantor Anda tetap kasih Rp 200 kan?

Siapakah yang lebih gila?

13 Desember 2005 at 04:46:40 | In Inilah hidup! | 23 Comments

Ada saja wanita muda yang tak puas dengan bentuk dan ukuran payudaranya. Meskipun sudah bagus masih saja diganjal, diubah, dan entah diapakan lagi, supaya payudaranya tampak menggunung. Tapi biarpun itu tak alami, ada saja pria yang menyukainya, bahkan sampai tergila-gila. Misalnya dalam kasus Bianca Beauchamp.

Jadi, siapakah yang lebih gila: wanita macam Bianca atau para pria penggemarnya? Tak ada yang gila atau menyimpang karena mereka sama-sama bahagia dan tak merugikan orang lain.

Big boys and their toys

13 Desember 2005 at 00:01:20 | In Inilah hidup!, Konsultasi, Pergaulan | Leave a Comment

Kenapa sih lelaki suka buang duit dan waktu untuk hobi dan hal yang nggak penting? Para mantan pacar saya begitu semua. Padahal ternyata mayoritas dari mereka punya masa kecil bahagia lho. Aneh kan?
Monica, 27, Bandung

Nggak aneh. Ketika masa kecil begitu membahagiakan, mereka ingin mengulang. Ketika masa kecil pahit, mereka ingin membalas dendam. Tapi jika pada masa kecilnya mereka sudah keburu dewasa dalam segala hal, maka hal yang menurut Anda aneh itu takkan terjadi.

original

Sensasi pangkas-cukur

12 Desember 2005 at 06:40:56 | In Inilah hidup! | 3 Comments

Apa yang dicari lelaki ini? Jelas: jasa pangkas rambut kepala. Apa yang dicari si wanita? Yah, apalagi kalau bukan uang dari pelanggan. Hasilnya sama-sama tak nyaman: si pria seperti kedinginan, si wanita seperti kegerahan.

© photo: unknown

original

—–

Wadooohhhhhh… [maaf bila Anda terguncang]

30 November 2005 at 11:50:04 | In Inilah hidup! | 20 Comments

 

Jika kita tak melihat ada anak-anak di situ, begitu pula ibu-ibu, kita akan segera menghakimi foto-foto ini sebagai rekaman sebuah tontonan bejat untuk pria dewasa berjiwa cabul — bahkan misalnya dimainkan oleh waria sekalipun.

Lantas patokan apa yang harus kita terapkan untuk menilainya? Tak ada. Kita tak tahu itu peristiwa apa, lagi pula beda tempat beda norma.

Keperkasaan wanita & egoisme pria

28 November 2005 at 11:54:16 | In Inilah hidup! | Leave a Comment

Wanita itu jelas perkasa. Tapi jika kita menuduh pria berpayung itu egois, maka kita tergolong kaum yang terburu menghakimi. Kalau dua orang itu tak saling kenal, bahkan si pria tak tahu tak tahu bahwa di belakangnya ada wanita membopong tumpukan krat botol, apakah dia egoistis?

© photo: unknown

Menyesali nasib

31 Oktober 2005 at 13:26:35 | In Inilah hidup! | Leave a Comment

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.