Seksisme: jangan karena gue perempuan

27 Februari 2007 at 08:06:40 | In Keluarga, Konsultasi, Pekerjaan & karier, Pergaulan | 10 Comments

Kenapa ya kalo kita minta temen cewek ambil giliran buat lakukan sesuatu — misalnya dengan alasan, “Lu dong, sekarang giliran cewek…” — bakal dibilang seksis? Tapi di sisi lain, kalo nyangkut yang enak, mereka maunya “lady first”, trus bilang, “Yang cowok ngalah dong!” Huh, nggak konsisten kan?
Darmawan Bambang, 45, Ciledug

Jangan sembarangan menuduh. Mereka justru konsisten. Mana yang enak dan menguntungkan, itulah posisi dan peran yang kudu diambil.

Histeria perempuan

25 Februari 2007 at 11:29:56 | In Keluarga, Konsultasi | 3 Comments

Mas, anak perempuan saya yang TK itu, dulu waktu ngeliat konser Samuel AFI Junior, dia jadi jerit-jerit, lantas bersama cewek sebaya menyerbu pangggung sampe nyasar ke backstage. Kakak perempuannya dulu waktu liat Westlife sampai pingsan akibat kegirangan. Nyokapnya waktu kemaren ngeliat Il Divo jadi lupa diri, berdiri, lompat, teriak, terus berebut mepet ke panggung buat nyentuh dan kalo bisa nyium para penyanyi ganteng itu. Saya nggak cemburu. Cuma geli dan nggak paham. Kenapa sih perempuan bisa gitu? Waktu ngeliat striptease atau dangdut hot saya malah ketawa geli, nggak bertingkah aneh.
Yohannes, 40, Bintaro

Mereka sendiri, dari yang TK sampai emaknya, juga nggak paham kenapa gitu. Kalo ditanya atau diingatkan malah malu.

Keponakan datang pas tanggal tua

24 Februari 2007 at 00:35:51 | In Keluarga, Konsultasi | 3 Comments

Besok pagi lima keponakan istri datang dari luar kota bersama ibu mertua. Mereka pasti minta diajak jalan-jalan seperti sepupu yang lain. Padahal kami lagi bokek. Paling-paling uang kas hanya cukup untuk beli bensin. Gimana nih enaknya, Mas?
Hari, 31, Kampung Gondrong, Jakarta

Gampang. Ajak pergi mereka malam hari dengan mobil, lalu masuk ke jalan tol dalam kota, cukup bayar Rp 4.500. Ajaklah mengelilingi kota dua kali, masuk dari Grogol, ke arah Priok, lalu ke Cawang, lalu ke Grogol ulangi lagi, tetap di jalan tol. Cukup berbekal Aqua dan snacks.

Istri menghabiskan parfum suami

24 Februari 2007 at 00:21:55 | In Asmara & seks, Keluarga, Konsultasi | Leave a Comment

Saya jengkel, Mas. Istri saya malas beli parfum sendiri kalau punyanya habis. Dia selalu memakai beberapa fragrance saya, dengan alasan cocok sama baunya, kayak wewangian unisex. Oh ya memang suka scent sebangsa citrus dan kadang spice yang lunak. Masalahnya saya nggak mungkin membalasnya dengan memakai minyak wanginya karena aromanya sangat cewek. Gimana dong?
Harjoko, 33, Jatimekar, Pondokgede

Ada tiga jalan.
Pertama: cara usang, Anda tak perlu pakai fragrance lagi. Cukup deodorant saja.
Kedua: jika Anda terbiasa lebih dini masuk kantor, pakailah wewangian di kantor — tentu minyak wanginya Anda simpan di kantor.
Ketiga: relakan saja, masa sih sama istri malah pelit?

Suami puber kedua

24 Februari 2007 at 00:13:49 | In Asmara & seks, Keluarga, Konsultasi | 7 Comments

Suami saya, 43, tampaknya mulai genit. Kebetulan di kompleks kami banyak warga baru, yaitu wanita-wanita muda lajang yang indekos di rumah tetangga. Saya sering memergoki suami mengamati wanita-wanita itu berangkat kerja lalu berkomentar, “Cantik ya. Sexy, smart gitu loh, Ma…” Saya cemburu banget. Lalu ngambek. Mohon saran.
Hesti, 37, Slipi

Nggak masalah, Jeng. Bayangin kalau suami Anda selalu memperhatikan pemuda ganteng. Pasti lebih menyakitkan, bukan?

Istri minta mobil

24 Februari 2007 at 00:08:03 | In Keluarga, Konsultasi | Leave a Comment

Saya sudah lima tahun menikah dengan wanita sebaya. Kami punya satu anak perempuan umur 3 tahun. Belakangan ini istri selalu mendesak saya untuk beli mobil, apa pun caranya. Dia bilang sudah bosan naik angkot, ojek, dan membonceng suami. Kami sering bertengkar karena soal itu. Gaji saya belum cukup untuk beli mobil bobrok sekalipun.
Gunadi, 30, Ciracas

Yakinkan dia, semuanya dimulai dari hal kecil. Belikan dia mobil-mobilan.

Setelah Papa menduda

24 Februari 2007 at 00:02:28 | In Keluarga, Konsultasi | Leave a Comment

Papa saya sudah 8 tahun menduda setelah ditinggal wafat Mama. Saya sebentar lagi married, sehingga tidak ada yang menemani dan merawat beliau dalam usianya yang 72. Meskipun malu, tampaknya beliau ingin menikah lagi. Bagaimana?
Rianti, 26, Sleman

Prioritaskan untuk cari perawat profesional. Untuk mama baru Anda, itu bisa menyusul. Jika kedua orang dengan beda fungsi dan posisi itu hadir bersamaan, bisa menimbulkan masalah, dengan akibat terburuk Papa malah tak ada yang menemani maupun mengurusi.

Guyon internal

19 Desember 2005 at 00:01:49 | In Asmara & seks, Inilah hidup!, Keluarga | 1 Comment

Setiap pasangan memiliki cara berkomunikasi sendiri. Begitu pun dalam bercanda mesra. Bahwa humor mereka kadang tak dipahami orang lain, itu masalah orang lain, bukan pasangan itu.

original

—–

Katanya sih “sayang”

16 Desember 2005 at 00:16:58 | In Asmara & seks, Keluarga, Konsultasi | Leave a Comment

Istri saya makin aneh dan susah dipahami. Belakangan ini sering lancang menangkat HP saya atau langsung membuka SMS yang masuk, dengan alasan “karena sayang ama Papa”. Kali lain dia mengaduk-aduk tas kerja saya, bahkan membuka notebook saya, dengan alasan “sayang Papa”. Ketika saya sedang meeting, dia terus menelepon. Dia tanya sekretaris di kantor apa betul saya ada di suatu tempat. Dia tanyai satu per satu karyawati baru dan magang di kantor saya, untuk mengetahui kedekatan pribadinya dengan saya. Semua itu, kalau saya tanya alasannya, semata-mata karena “sayang ama Papa”. Kapan itu dia membuang kemeja saya ke got demi kasih sayangnya. Sapu tangan, kaos kaki, bahkan terakhir sepatu, juga dia buang ke bak sampah. Saya stres. Tolong.
Wigunajaya, 30, BSD

Setiap kali dia bilang begitu, imbangilah dengan ucapan, “Papa juga sayang Mama.” Gampang kan?

Ayah & cowok saya tak saling cocok

23 November 2005 at 11:55:00 | In Asmara & seks, Keluarga, Konsultasi, Pergaulan | Leave a Comment

Sudah tiga tahun kami jalan. Masalahnya ayah saya yang galak ini gak suka ama cowok saya yang cool. Kalau cowok saya datang, Ayah melengos, lalu mukulin karung pasir. Bagaimana cara membuat mereka kompak?
Arini, 25, Jatibening

Mintalah pacar Anda untuk membawa satu pikap pasir. Pasti Ayah suka.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.