Seksisme: jangan karena gue perempuan

27 Februari 2007 at 08:06:40 | In Keluarga, Konsultasi, Pekerjaan & karier, Pergaulan | 10 Comments

Kenapa ya kalo kita minta temen cewek ambil giliran buat lakukan sesuatu — misalnya dengan alasan, “Lu dong, sekarang giliran cewek…” — bakal dibilang seksis? Tapi di sisi lain, kalo nyangkut yang enak, mereka maunya “lady first”, trus bilang, “Yang cowok ngalah dong!” Huh, nggak konsisten kan?
Darmawan Bambang, 45, Ciledug

Jangan sembarangan menuduh. Mereka justru konsisten. Mana yang enak dan menguntungkan, itulah posisi dan peran yang kudu diambil.

Menanyakan usia wanita

27 Februari 2007 at 07:54:14 | In Konsultasi, Pergaulan | 1 Comment

Mengapa menanyakan usia kepada seorag wanita, terutama di atas 21 tahun, dianggap tak sopan?
Jimmy Handoko, 25, Duri Kepa, Jakarta Barat

Keanehan itu diciptakan oleh orang-orang yang tak tahu sopan santun dan kurang pede. Lantas mereka yang diuntungkan oleh keanehan itu — terutama wanita lajang — mendukung dan menyebarluaskannya.

Kikuk berada di konter BH & CD

23 Februari 2007 at 23:50:27 | In Asmara & seks, Konsultasi, Pergaulan | 1 Comment

Saya selalu nggak nyaman setiap kali menemani pacar belanja di konter underwear atau lingerie shop. Masalahnya pacar saya selalu minta pertimbangan, padahal saya satu-satunya lelaki di antara kerumunan wanita. Gimana enaknya?
Firman, 32, Setiabudi, Jakarta

Tenang, Bro. Supaya Anda merasa nyaman, dan aman, bawalah teman cowok. Makin banyak makin baik. Masalah Anda itu dengan wanita-wanita lain yang lagi belanja, bukan dengan pacar Anda kan?

Ponsel sebagai teman

23 Februari 2007 at 23:44:38 | In Konsultasi, Pergaulan | Leave a Comment

Saya sering bingung dalam kesendirian di tengah keramaian. Nggak pede. Hanya HP yang jadi teman setia. Tapi untuk main game lama-lama ngebosenin. Mau SMS-an takut ngabisin pulsa. Ada saran?
Ruri, 21, Magelang (via Tami, 23, Tangerang)

Gampang. Yang penting kelihatan sibuk dan asyik sendiri kan? Kontaklah nomor layanan bebas pulsa milik operator. Makin lama menunggu makin asyik, karena Anda bisa ngoceh sendiri, seolah-olah sedang ngobrol.

Bos baru

20 Maret 2006 at 01:02:45 | In Pekerjaan & karier, Pergaulan | Leave a Comment

Siang nanti bos baru datang. Dari foto yang sudah beredar di email dia itu handsome, sexy, macho, dan yang lebih penting lagi lajang. Usianya hampir 40. Anaknya bos besar sekaligus owner yang kemarin resign. Apa yang harus saya lakukan supaya saya langsung dia ingat?
Budiwati, 35, Pancoran

Gampang. Nanti Anda perkenalkan diri dengan jelas: “Apa kabar? Saya Budiwati, accounting, lajang, dan ingin selalu Anda ingat.” Kalau dia lupa berarti pikun, dan itu nggak sexy lagi

Kantor petaruh

23 Desember 2005 at 00:45:53 | In Konsultasi, Pekerjaan & karier, Pergaulan | Leave a Comment

Orang-orang di kantor saya itu memuakkan. Mereka suka bertaruh. Dari skor sepakbola sampai keputusan direksi dijadikan bahan pertaruhan. Saya nggak suka judi, jadinya risih, tapi saya juga nggak mau dikucilkan. Enaknya gimana?
Susilo, 25, Tamansari, Jakarta

Untuk menunjukkan bahwa Anda bukan outsider ajaklah pentolan petaruh itu untuk bertaruh: apakah sampai awal depan penyakit taruhan itu bisa sembuh.

Thong untuk pria

22 Desember 2005 at 00:33:31 | In Fashion, Konsultasi, Pergaulan | Leave a Comment

Kantor saya mau outing ke resort yang ada kolam renang. Mayoritas karyawan di kantor saya adalah cewek, rasio cewek dan cowok 7:3. Kemarin waktu ultah saya dihadiahi 3 potong celana renang model thong. Mereka bilang itu harus dipakai di kolam renang. Saya malu, takut bahkan nervous, tapi saya demen berenang. Sekadar catatan, bulu tubuh saya itu banyak. Bayangin kalo harus pakai thong. Di sisi lain, sebagai anak baru, saya nggak berani menolak mbak-mbak cantik yang nakal dan buas itu. Gimana?
Gio, 24, Gunung Sahari, Jakarta

Berenanglah pagi hari saat mereka masih tidur. Kedinginan? Risiko. Atau, tirulah Superman: pakailah celana surfing selutut, thong Anda pakai di luar. Norak tapi yang penting aman dan sudah menuruti kehendak mbak-mbak buas itu. Sayang belum ada Komnas Pria untuk mendampingi Anda misakan Anda terus dipaksa. Tapi kalau ada pria lain yang mau banget, dan boleh menggantikan Anda di kolam, kenapa tak Anda coba?

Singlet = jadul?

21 Desember 2005 at 00:26:16 | In Fashion, Konsultasi, Pekerjaan & karier, Pergaulan | Leave a Comment

Saya dibilang jadul oleh teman-teman saya, cowok-cewek, karena saya masih pakai kaos singlet dan terlihat dari luar. Gimana lagi, sejak kecil saya memang selalu pakai itu. Kalo nggak pakai rasanya risih, keringat kurang terserap, kalau hawa dingin badan jadi kedinginant, bahkan bisa masup angin. Mohon advis.
Burhan, 24, Tebet, Jakarta

Pilih yang lebih gampang: Anda sok inovatif, merancang singlet yang tak kentara seperti underwear wanita, dan itu butuh tenaga-waktu-biaya, atau terus bersinglet dan tetap nyaman?

original

—–

Atas boleh tua, bawah selalu muda

18 Desember 2005 at 00:34:00 | In Asmara & seks, Inilah hidup!, Pergaulan | Leave a Comment

Kenapa pria tua cenderung suka pamer potensi jika menyangkut guyon soal seks? Misalnya, “Jangan salah. Usia saya emang sudah 50, tapi bawah saya masih kayak 15.”
Nani, 22, Lemahabang, Bekasi

Memang menyedihkan. Pertahanan diri terakhir pria, setelah soal nafkah dan pekerjaan, adalah klaim atas kemampuan seksual. Mereka sadar, soal superioritas ekonomi dan kemampuan profesional akan dengan mudah terpatahkan, tapi soal kemampuan ranjang tak semua wanita berniat (atau sudi) membuktikannya — artinya aman karena menurut lelaki itu tetap menjadi teka-teki (padahal wanitanya cuek, tak ingin tahu lebih lanjut). Menyedihkan.

Ketika wanita membungkuk

17 Desember 2005 at 00:22:15 | In Fashion, Konsultasi, Pergaulan | Leave a Comment

Sebagai lelaki saya sering tersinggung seolah dianggap tukang intip. Setiap kali membungkuk, misalnya mau naik angkot, wanita selalu menutupi leher dan dadanya. Apakah mereka memang suka curiga terhadap lawan jenis?
Murtaman, 27, Semarang

Santai sajalah. Buktinya di kolam renang, atau saat pakai tanktop yang celahnya lebar, atau saat berbusana terbuka dalam pesta, para wanita nggak mencoba menutupi dada dengan tangannya kan? Rasa tak aman muncul justru ketika mereka sedang tertutup.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.